KALIANDA — Dalam upaya mempercepat transformasi digital di lingkungan madrasah, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Selatan, Dr. Hj. Yayuk Dwi Wahyuni, S.Pd.I., M.Ag, memberikan pengarahan sekaligus sosialisasi penggunaan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) kepada seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan interaktif di ruang rapat madrasah.

Pengarahan ini berfokus pada pentingnya migrasi dari sistem kearsipan konvensional menuju tata kelola administrasi berbasis digital yang ramah lingkungan, cepat, dan transparan.

Optimalisasi Tata Kelola Administrasi Berbasis Srikandi

Aplikasi Srikandi merupakan platform nasional yang dikembangkan atas kerja sama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Kementerian PANRB. Penerapannya di lingkungan Kementerian Agama, termasuk MAN 1 Lampung Selatan, menjadi langkah strategis dalam menciptakan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Dalam penjelasannya, Dr. Hj. Yayuk Dwi Wahyuni menekankan beberapa aspek utama tata kelola kearsipan digital melalui Srikandi:

  • Efisiensi Waktu dan Penghematan Anggaran (Paperless)

    Penggunaan kertas (paper-based) kini diminimalisasi. Proses pembuatan, pengiriman, hingga verifikasi naskah dinas dapat dilakukan secara langsung melalui sistem tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.

  • Integrasi Tanda Tangan Elektronik (TTE)

    Proses persetujuan dokumen kini menggunakan TTE yang tersertifikasi oleh BSSN. Hal ini mempercepat proses legalisasi naskah dinas, bahkan ketika pimpinan sedang bertugas di luar madrasah.

  • Keamanan dan Penelusuran Real-Time

    Setiap dokumen yang masuk dan keluar terekam secara otomatis dalam basis data terpusat. Fitur pelacakan (tracking) memudahkan pegawai untuk mengetahui status atau posisi surat secara akurat.

  • Standardisasi Format dan Penyimpanan Arsip

    Aplikasi Srikandi memastikan seluruh Naskah Dinas Dinamis (surat masuk, surat keluar, disposisi) tersimpan rapi sesuai klasifikasi arsip nasional, sehingga meminimalisasi risiko kehilangan dokumen fisik.

"Penerapan Srikandi bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan komitmen nyata MAN 1 Lampung Selatan dalam mewujudkan tata kelola madrasah yang modern, profesional, dan akuntabel. Melalui sistem ini, seluruh pelayanan administrasi dapat berjalan jauh lebih efektif," tegas Dr. Hj. Yayuk Dwi Wahyuni dalam pengarahannya.

Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, seluruh instrumen administrasi di MAN 1 Lampung Selatan diharapkan siap mengimplementasikan Srikandi secara penuh guna menunjang pelayanan pendidikan yang lebih baik.